Cari Blog Ini

Memuat...

Laman

Selasa, 18 September 2012

Karya Tulis tentang Pencemaran Udara


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………            i
HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………………….    ii
KATA PENGANTAR …………………………………………………………….   iii
ABSTRAK ………………………………………………………………………...   iv
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………..     v

BAB I             PENDAHULUAN ………………………………………………..    1
A.    Latar belakang masalah ……………………………………….   1
B.     Rumusan masalah …………………………………………….    1
C.     Tujuan penulisan ……………………………………………...
D.    Metode penulisan ……………………………………………..
E.     Pelaksanaan …………………………………………………...
F.      Sistematika penulisan …………………………………………
BAB II           LANDASAN TEORI …………………………………………….
A.    Polusi ………………………………………………………….
B.     Tumbuhan lumut kerak (lichen) ………………………………
BAB III          HASIL PENELITIAN ……………………………………………
A.    Langkah-langkah penelitian …………………………………..
B.     Tabel hasil penelitian …………………………………………
C.     Pembahasan …………………………………………………..
BAB IV          PENUTUP ……………………………………………………….
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………
LAMPIRAN
1.      Pengajuan judul dan outline karya tulis
2.      Surat izin penelitian
3.      Surat bukti penelitian
4.      Lembar wawancara


KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dah hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan karya tulis yang berjudul “ Lumut Kerak sebagai Indikator Polusi Udara” tepat pada waktunya.
            Adapun maksud dan tujuan penyusunan karya tulis ini adalah untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Pelajar Berprestasi yang diselenggarakan oleh PT Astra Internasional Tbk. – Honda Cabang Semarang. Selain itu, penulis berharap agar karya tulis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
            Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu menyelesaikan karya tulis ini, diantaranya :
1.      Drs. Sussono Hadi, M.M, selaku kepala SMA N 3 Slawi yang telah memberikan izin penulis untuk menyusun karya tulis ini.
2.      Drs. Agus Sumino, selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan karya tulis ini.
3.      Dra. Molek Yuniarti, selaku pembimbing II yang telah memberikan saran-saran dan motivasi dalam penyusunan karya tulis ini.
4.      Ayah dan Ibu serta keluarga yang selalu memberikan do’a dan dukungan kepada penulis.
5.      Teman-teman serta semua pihak yang telah membantu penyelesaian karya tulis ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Akhir kata, penulis menyadari karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian. Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi kita semua, amin.

Slawi, 11 juni 2011
                                                                       
           Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Tingkat pencemaran udara di Indonesia semakin memprihatinkan. Bahkan Indonesia menjadi Negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ketiga di dunia. Dari semua penyebab polusi udara yang ada, emisi transportasi terbukti sebagai penyumbang pencemaran tertinggi di Indonesia. Hal ini di akibatkan oleh laju pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang dari tahun ke tahun semakin tinggi.
Kendaraan bermotor tidak hanya menimbulkan polusi suara (bising), tetapi juga pencemaran udara yang diakibatkan dari gas beracun yang tekandung di dalam asap sisa pembakaran bahan bakar. Gas beracun tersebut berbaur keudara bebas, sehingga mengakibatkan kondisi lingkungan tidak stabil. Pembakaran bahan bakar seperti minyak bumi dan batu bara mengakibatkan kadar  di udara bertambah. Akibatnya, pantulan panas dari permukaan bumi yang akan lepas ke angkasa menjadi terhalang (Efek rumah kaca). Hal ini akan mengakibatkan pemanasan global.
Sekarang ini, berbagi upaya telah dilakukan untuk meminimalis peningkatan suhu di permukaan bumi. Mulai dari program go green sampai program back to nature (kembali ke alam). Di kota-kota besar, dibangun taman kota serta penanaman pohon di tepi-tepi jalan raya untuk megurangi tingkat polusi yang tinggi. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui tingkat polusi udara di lingkungan dengan menggunakan indikator alami dalam karya tulis yang berjudul Lumut Kerak (Lichen) sebagai Indikator Polusi Udara.
B.     Rumusan masalah
Adapun beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam karya tulis ini antara lain :
1.      Apakah lumut kerak dapat dijadikan sebagai indikator polusi udara?
2.      Bagaimana cara menggunakan lumut kerak sebagi indikator polusi udara?
3.      Bagaimana tingkat polusi di lingkungan yang teduh dan dilingkungan yang ramai kendaraan bermotor?
4.      Bagaimana keadaan lingkungan yang terkena polusi udara?
C.    Tujuan penulisan
1.      Tujuan umum
Tujuan umum penulisan karya tulis ini untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Pelajar Berprestasi PT Astra Internasional Tbk. – Honda Cabang Semarang.
2.      Tujuan khusus
Tujuan khusus penulisan karya tulis ini antara lain :
a.       Mengetahui apakah lumut kerak dapat dijadikan sebagai indikator polusi udara.
b.      Mengetahui cara penggunaan lumut kerak sebagai indikator polusi udara.
c.       Mengetahui tingkat polusi udara di lingkungan menggunakan indikator polusi udara alami.
d.      Mengetahui kondisi keadaan lingkungan yang terkena polusi udara.
D.    Metode penulisan
Dalam penyusunan karya tulis ini penulis menggunakan beberapa metode, antara lain :
1.      Metode pustaka/study kepustakaan
Dalam metode penulisan ini penulis menggunakan informasi yang bersumber dari internet serta beberapa buku sebagai panduan dalam mendeskripsikan lumut kerak.
2.      Metode eksperimen
Dalam metode penulisan ini penulis mengadakan percobaan untuk mengetahui kebenaran lumut kerak dapat dijadikan sebagai indikator polusi udara.
3.      Metode wawancara
Dalam metode penulisan ini penulis melakukan wawancara dengan ahli yang bersangkutan mengenai penggunaan lumut kerak sebagai indikator polusi udara.

E.     Pelaksanaan
Penulis melakukan percobaan pada :
Hari/tanggal    : Sabtu, 11 Juni 2011
Waktu             : 07.00 WIB - selesai
Tempat            : Jalan raya
Alamat                        : Jln. Prof. Moh. Yamin, Slawi

F.     Sistematika penulisan
Sistematika penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
BAB I               : PENDAHULUAN, meliputi latar belakang, pembatasan masalah, tujuan    penulisan, metode penulisan, pelaksanaan, dan sistematika penulisan.
BAB II             : LANDASAN TEORI, meliputi pengenalan tentang polusi, tumbuhan lumut kerak, serta pemanfaatannya.
BAB III            : HASIL PENELITIAN, meliputi langkah-langkah penelitian dan pembahasan masalah.
BAB IV            : PENUTUP, berisi kesimpulan dan saran.
Daftar pustaka
-          Sumber-sumber yang menjadi referensi karya tulis ini.
Lampiran
meliputi           :
-          Lembar pengajuan judul dan outline
-          Lembar surat izin penelitian
-          Lembar bukti penelitian
-          Lembar pertanyaan

BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Polusi
1.      Pengertian polusi
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat, unsure, energi, dan komponen yang bersifat merugikan (polutan) lingkungan dan makhluk hidup. Jenis polusi yang terdapat di lingkungan kita antara lain :
a.       Polusi air;
b.      Polusi tanah;
c.       Polusi suara; serta
d.      Polusi udara
2.      Polusi udara
Polusi udara adalah penambahan komponen udara, bahan kimia, atau terbentuknya bahan kimia baru di udara yang membahayakan makhluk hidup (polutan). Polutan udara dapat berupa :
a.    Oksida karbon (CO, )
b.    Oksida nitrogen (NO,, O)
c.    Oksida sulfur/belerang (, )
d.   Persenyawaan karbon (, )
e.    Bahan organik
f.     Tanah
g.    Asbes
h.    Timbal
i.      Karbon
j.      Partikel cair (asam sulfat, asam nitrat, minyak, pestisida)
k.    Pembakaran bahan bakar fosil (minyak dan batu bara)
Pembakaran minyak bumi dan batu bara mengakibatkan kadar  di udara bertambah. Akibatnya, pantulan panas dari permukaan bumi yang akan lepas ke angkasa menjadi terhalang. Peristiwa ini sering disebut dengan green house effect (efek rumah kaca). Efek rumah kaca akan mengubah cuaca secara global, sehingga mengakibatkan suhu di bumi makin panas dan mengubah iklim serta cuaca menjadi tidak menentu.
Polusi atau pencemaran udara dibedakan menjadi dua, yaitu polusi primer dan sekunder. Polusi primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari pencemar udara. Contohnya karbon monoksida, karena karbon monoksida merupakan hasil dari pembakaran. Polusi sekunder adalah pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.Contohnya adalah pembentukan ozon dalam smog fotokimia.
B.     Lichen (Lumut kerak)
1.      Mengenal Tumbuhan Lichen (Lumut kerak)
Lumut kerak sebenarnya tidak termasuk dalam kelompok lumut, karena tumbuhan tersebut terbentuk dari simbiosis antara jamur dari kelompok ascomycota atau basidiomycota dengan ganggang hijau bersel satu atau ganggang hijau biru bersel satu. Dengan simbiosis ini jamur memperoleh makanan dari hasil fotosintesis ganggang, sedangkan ganggang memperoleh air dan mineral dari jamur.



BAB III
HASIL PENELITIAN

A.    Langkah-langkah penelitian
Untuk mengetahui tumbuhan lumut kerak (lichen) dapat dijadikan sebagi indikator polusi udara, penulis melakukan pengamatan pada pepohonan disepanjang  jalan raya di Jln. Prof. Moh. Yamin, Slawi pada tanggal 11 Juni 2011 dan di lingkungan SMA N 3 Slawi pada tanggal 15 Juni 2011, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.    Menyiapkan alat dan bahan
Alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian, diantaranya adalah sebagai berikut :
a.    Alat
1)   Kamera
2)   Alat tulis
b.    Bahan
1)   Beberapa sampel pepohonan disekitar jalan raya dan di lingkungn sekolah.
2.    Melakukan pengamatan pada pepohonan disekitar jalan raya yang lalu-lalang kendaraan bermotor dan di lingkungn sekolah yang teduh.
3.    Mencatat dan mengambil gambar lumut kerak pada pepohonan disekitar jalan raya dan di lingkungn sekolah.
4.    Membandingkan jumlah pertumbuhan tanaman lumut kerak di disekitar jalan raya dengan di lingkungn sekolah.

B.     Tabel hasil pengamatan
Setelah melakukan pengamatan, penulis mencatat hasilnya dalam bentuk table pengamatan sebagai berikut :


Tabel hasil pengamatan lumut kerak (lichen)
No.
Faktor pembeda
Tunbuhan lumut kerak (Lichen)di sepanjang jalan raya
Tunbuhan lumut kerak (Lichen)di lingkungan sekolah
1.
Ada tidaknya lumut kerak (Lichen)
ada
ada
2.
Jumlah lumut kerak (Lichen) pada pohon
sedikit/tidak ada
banyak
3.
Letak tumbuh
pada batang (sebagian besar tumbuhan lumut kerak (Lichen) ditemukan pada bagian tengah batang)
Pada batang (hampir semua tumbuhan lumut kerak (Lichen) ditemukan disepanjang batang)
4.
Suhu udara
panas
teduh
5.
Tempat tumbuh
pohon mangga, pohon melinjo.
pohon mangga, pohon cemara, tanaman bougenvile, tanaman pagar, tanaman puring
6
gambar
Description: C:\Users\WIN7\Pictures\jalan\Image0391.jpg



Description: C:\Users\WIN7\Pictures\d skul\Image0370.jpg
 











C.     Pembahasan

1.      Lumut kerak (lichen) sebagai indikator polusi udara
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan liken dapat dijadikan sebagai indiaktor polusi udara. Hal ini karena Liken sangat sensitif terhadap beberapa jenis polutan yang berbahaya. Udara yang tercemar mengandung berbagai jenis polutan berbahaya. Sehingga liken tidak dapat tumbuh di daerah yang tercemar atau terkena polusi udara.

2.      Penggunaan tumbuhan lumut kerak (lichen) sebagai indikator polusi udara
Liken tidak dapat tumbuh di tempat di daerah yang tercemar polutan. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah liken pada batang pepohonan di sepanjang jalan raya sedikit. Sedangkan pada batang pepohonan di lingkungan sekolah banyak ditumbuhi tanaman lumut kerak (Lichen). Hal ini di karenakan pada daerah di sepanjang jalan raya yang dilalui banyak kendaraan bermotor itu mengandung polutan yang dihasilkan oleh sisa pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor.
Jadi, liken dapat digunakan sebagai indikator polusi udara dengan cara membandingkan jumlah tumbuhan lumut kerak (Lichen) yang terdapat pada batang pepohonan di daerah yang berbeda. Semakin sedikit liken yang tumbuh pada pepohonan di suatu lingkungan, maka tingkat polusi di lingkungan tersebut tinggi. Dan sebaliknya, semakin banyak liken yang tumbuh, maka tingkat polusi di lingkungan tersebut rendah.

3.      Kondisi lingkungan yang terken polusi udara
Lingkungan yang tercemar udaranya karena gas polutan suhu udaranya lebih tinggi dibanding di tempat biasa. Kenaikan suhu udara ini dikarenakan bertambahnya polutan yang dihasilkan oleh sisa pembakaran bahan bakar fosil seperti  . Selain itu tanah dan tanaman di sekitarnya menjadi kering.


BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis dapat mengambil kesimpulan :
1.      Tumbuhan lumut kerak (lichen) dapat dijadikan sebagai indikator polusi udara.
karena Liken sangat sensitif terhadap beberapa jenis polutan yang berbahaya yang terkandung dalam udara tercemar.
2.      Liken dapat digunakan sebagai indikator polusi udara dengan cara membandingkan jumlah tumbuhan liken yang terdapat pada batang pepohonan di daerah yang berbeda. Semakin sedikit liken yang tumbuh pada pepohonan di suatu lingkungan, maka tingkat polusi di lingkungan tersebut tinggi. Dan sebaliknya, semakin banyak liken yang tumbuh, maka tingkat polusi di lingkungan tersebut rendah.
3.      Kondisi lingkungan yang terkena polusi suhu udaranya lebih tinggi dibanding di tempat biasa, serta tanah dan tanaman di sekitarnya menjadi kering.

B.     Saran
Setelah penulis menyusun karya tulis ini, penulis ingin menyampaikan beberapa saran, yaitu :
1.        Saat melakukan percobaan sebaiknya menggunakan sampel tumbuhan yang beragam, sebab terdapat beberapa tanaman yang tidak di tumbuhi oleh liken.
2.        Kondisi lingkungn dan jumlah lichen yang tumbuh bergantung pada lingkungannya.

 
DAFTAR PUSTAKA

Dwisang. Evi Luvina. 2008. Inti Sari Biologi untuk SMA, Tanggerang : Scientific Press
Riandari, Henny. 2009. Theory and Aplication of Biology. Solo : Tiga Serangkai
Tajudin. 2010. Jago Biologi SMA, Jakarta Selatan : Kawan Pustaka
http ://www.scribd.com Sabtu, 11 Juni 2011, 8:11:36 AM
http ://www.ucmp.berkeley.edu/fungi/lichens.html Sabtu, 11 Juni 2011, 8:11:36 AM



Description: h.jpgPEMERINTAH KABUPATEN TEGAL
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
UPTD SMA NEGERI 3 SLAWI
Jalan : Prof. Moh. Yamin no. 1 Slawi telepon : (0283) 491152 Slawi Kab. Tegal
 

SURAT BUKTI PENELITIAN

Yth.     Panitia/HC3 Region Head
             PT Astra International Tbk.- Honda
          Di
          Tempat

Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama                        : Drs. H. Sussono Hadi, M.M
Jabatan          : Kepala SMA N 3 Slawi

Menerangkan bahwa :
Nama                        : Iis Setiana
Kelas             : XI. IA. 1
NIS               : 096430

Telah mengadakan penelitian tentang penggunaan lumut kerak (lichen) sebagai indikator polusi udara di lingkungan SMA N 3 Slawi pada tanggal 15 Juni 2011.
                                                                                    Slawi, 12 Juni 2011

Mengetahui,
Kepala SMA N 3 Slawi


Drs. H. Sussono Hadi, M.M.
NIP. 195603221979031001








3 komentar:

  1. kak karya tulis ini menang ya di lomba AHMBS ?

    BalasHapus
  2. keren loohh karya tulisnya, biasa sebagai inspirasi untuk membuat karya tulis yang baik dan benar

    BalasHapus
  3. Engga kok de... Gak menang. Aku juga lupa aku jadi ikutin karya tulis ini ke lomba itu atau gak. Soalnya kayanya terhalang dengan pengiriman.

    BalasHapus